Translate

Jumat, 12 Juli 2013

DINGIN

Dingin, tubuhku bergetar, jiwaku merintih

Begitu sepi, hanya sekumpulan asap yang menari disekitarku
Dan aku terbaring lunglai

Jasadku masih terpaku dalam kesunyian

Sementara anganku terus berpacu dalam khayal yang pedih


Dalam Mimpi yang menyakitkan










kerispatih_bila rasaku ini rasamu

Kamis, 11 Juli 2013

hany anchani

Tersadar waktu itu telah berlalu
Menepiskan harapanku kesudut jurang kepedihan
aku akui, aku bersalah!!
Aku sadari aku yang tak sempurna
Yang tak bisa membangun asa yang nyata
Yang selalu tersudut dalam sempitnya duniaku

Ya, bagaimana kamu bisa bersandar
Sementara pundak ini pun lunglai
Lunglai oleh kehidupanku yang tak kunjung bermakna
Letih pada gerakku yang terbatas

Ya, aku yang bersalah
Yang beharap waktu berpihak pada kita
Sementara harapan itu telah kamu anggap musnah




Rabu, 10 Juli 2013

hany anchani_the story part 3

Maaf, artikel yang anda minta sedang dalam proses. Terimakasih atas kunjungannya.


_anchani_

hanyanchani_ the story part 1

Dan waktu terasa lambat berlalu, keterikatan jiwa ini begitu menyiksaku. Semakin banyak dorongan untuk pergi, semakin kuat keyakinan untuk bertahan. Kadang harapan datang hanya untuk membuatku semakin tersiksa. Logika ku musnah. Pengorbanan, keterhinaan, kesakitan, kekecewaan, bagiku indah. harapan dan keyakinan yang selalu tertanam kuat, hanya kematian yang mampu menghentikan perjuangan ini.



Februari 2010. Tidak ada yang spesial saat ini yang saya sadari. semua terasa biasa, bahkan saat saya berkenalan dan bertukar nomor telpon dengan seorang karyawan wanita baru di tempat saya bekerja. Ya, saya begitu angkuh mengingat siapa dan apa pekerjaan dia disana. Hingga suatu hari saya tersadar wanita inilah yang selama ini saya cari. Dan banyak hal terjadi. Hal yang tidak pernah saya fikirkan sebelumnya. Namun sebelum saya melanjutkan cerita ini, ingin saya tegaskan, insya allah cerita ini saya buat dengan sebenar benarnya tanpa bermaksud merugikan pihak manapun. Apabila ada hal hal yang sedikit menyimpang dari nilai nilai moral, saya mohon maaf dengan sebesar besarnya dan mohon di artikan dari nilai positifnya.

Saat itu saya sendiri masih bekerja sebagai bartender di delta spa club and karaoke . sebuah perusahaan entertainment yang bisa dibilang eksekutif di daerah pondok indah, jakarta selatan. Kehidupan disana cukup menyenangkan, bekerja di antara teman teman baik, dengan atasan ( dalam hal ini bar leader saya, namanya pak choir ) yang sangat baik pula bahkan beliaulah yang mempromosikan saya dari housekeeping ke bartender. Ada beberapa divisi atau bagian di tempat itu, misal hk attd, bar attd, GRO, therapist dll. Disini akan saya uraikan sedikit tentang divisi therapist, kenapa? Karena divisi ini akan sangat berhubungan sekali dengan kisah saya selanjutnya. Mereka seluruhnya wanita, divisi ujung tombak serta produk utama dari bisnis spa ini. Pekerjaan mereka sendiri adalah massage, perlu saya uraikan bahwa di spa ini ada larangan untuk berbuat asusila bagi para therapist dengan para tamu disertai sanksi tegas bagi yang terbukti melakukannya. Namun disamping itu ada satu treatment sendiri yang wajib mereka kerjakan saat bekerja, HJ ( hand job ). Saya sendiri kurang mengerti maksud dan tujuan dari hand job tersebut. mengingat memang 100% tamu disini adalah laki laki yang mayoritas orang berduit, dari situlah rata rata penghasilan mereka dari hasil tip terbilang cukup fantastis dibanding divisi lain. Buat kami sendiri para karyawan laki laki sering memanfaatkan kelebihan mereka itu. Ya, modus kami memacari mereka, bukan untuk serius, hanya untuk uang dan bahkan sex. Meski ada larangan untuk berhubungan dengan para therapist tapi kami sebagai laki laki selalu punya 1001 cara untuk melakukannya.

Skip skip skip, awal januari 2010 datang beberapa therapist new comers yang baru saja menyelesaikan training mereka di daerah bogor. Awalnya tidak ada yang spesial bagi saya, Sebelum akhirnya disebuah kesempatan saya berkenalan dari salah satu dari mereka. Ya, dialah tokoh utama dari cerita saya ini. Namanya hany, wanita berumur 19 tahun dengan kulit putih, cantik dan bermata bulat. Kamipun bertukar nomor hp.
Waktu berlalu seiring komunikasi kami berlanjut dengan taraf sms dan telpon. Tidak ada perasaan yang saya rasakan, hanya niat jahat yang tertanam dalam fikiran saya, hanya berfikir bagaimana bisa memanfaatkan dia. Selanjutnya? Ya! Saya berhasil, pada satu kesempatan saya bertemu dia. Saat sedang bertugas clear up gelas gelas yang masih tersisa saya bertemu dengan hany, dengan sedikit akal bulus yang sebelumnya memang sudah saya rencanakan akhirnya saya dapatkan dia. Finally I kiss her lips! Even hotly! sadar bahwa ini adalah tempat kerja dengan larangan keras akhirnya saya harus puas dengan hanya mencium bibirnya, cukup untuk hari ini, saya yakin dengan cepat akan dapat lebih dari itu. Akhirnya kamipun berpacaran.






Waktu kembali berjalan, seiring hubungan kami berlanjut dengan lebih mesra, lebih vulgar. Pernah disuatu kesempatan saya minta hany untuk datang ke rumah kos saya, waktu dimana segala dosa kami dimulai. Saya sengaja tidak menjemput dia karena memang terlalu berbahaya apabila ada yang melihat, terutama pihak pihak yang management atau atasan kami. Akhirnya hany datang dengan menggunakan taksi. Jam 2 siang dia tiba, membawa senyum dan raut wajah indahnya. Kebetulan memang saya sedang sendirian di sana, saat yang sangat tepat untuk melakukan semuanya. Jurus jurus ampuh saya keluarkan, hingga akhirnya dia menyerah dan merelakan semuanya. Saya tersenyum bahagia, saya sudah mendapatkan segalanya. Kejadian terus berlanjut pada hari2 berikutnya. Bahkan kami sering chek in di hotel untuk sekedar berhubungan badan. Hingga satu hari itu tiba. Saat dimana saya sadari bahwa perasaan saya ternyata lebih dari nafsu semata.

Hari itu saya dan hani membuat janji makan malam, KFC cilandak jadi pilihan kami. Menit berjalan semua masih normal normal saja, obrolan ringan, canda tawa, semua mambuat saya begitu bahagia, tanpa sadar saya merasa hati saya begitu terisi. Hingga tanpa sadar atau tidak hany mengeluarkan sebuah ponsel, ponsel yang saya tidak pernah tau keberadaannya sebelumnya. Sepertinya ada pesan disana, hany membacanya dengan penuh seksama. Kecurigaan saya muncul saat saya mencoba melihat isinya dan dia mengelak. Ada sedikit sakit hati disana, rasa penasaran membuat saya sedikit memaksa dan akhirnya berhasil. Ya, benar. Sms dari seorang laki laki dengan nada yang berbeda, nada dan kata kata yang seharusnya cuma punya saya sama dia. Dia coba menjelaskan, hendy adalah teman satu kampungnya yang dalam waktu dekat akan menikah. Saya tetap marah, ada semacam cemburu yang melukai hati saya, ada rasa perih yang seharusnya tidak saya rasakan. Akhirnya makan malam yang indah berubah jadi malam di gazza. Akhirnya kami pulang lebih cepat. Saya pun tidak habis fikir, kenapa saya bisa secemburu ini? Kenapa saya marah? Bukankah tujuan saya hanya untuk sex dan uang? Saya coba berontak dan mengatakan tidak saat saya berfikir tentang cinta. Bukan! Bukan ini tujuan saya!

Masalah usai, saya coba memaafkan dia, entah alasan cinta atau masih ada kebutuhan saya sama dia yang pasti kami kembali. Melanjutkan hubungan. Hingga suatu hari terjadi sebuah percekcokan antara saya dengan rekan satu kerja saya yang memaksa saya untuk keluar dari sana.



Bersambung ke

hany anchani_the story part 2

Selasa, 09 Juli 2013

hany anchani_ the story part 2

Sore mendung, awan gelap menghalangi cerahnya matahariku. Terpaku dijalan buntu, meratap dan memaksa akan adanya malaikat yang memudahkan langkahku. Meski lelah, tak pernah ada sedikitpun keinginan untuk menyerah. Inilah aku dan watak kerasku. Ribuan kata kata waraspun tidak juga membuat akal sehatku terbangun. Naluriku hanya mengatakan satu. Bodoh memang, tapi saat ini, seperti inilah aku, hidup dan matiku seolah hanya untuk kamu.

























Sudah saya ceritakan sebelumnya bagaimana kami dipertemukan disebuah perusahaan tempat saya bekerja hingga akhirnya karena sesuatu hal saya putuskan untuk resign dari sana. Bagi yang belum baca silahkan buka hany anchani_the story part 1 . Masih teringat jelas saat dia menangis mendengar keputusan saya untuk pergi, saya coba usap air matanya, saya yakinkan dia bahwa saya tak akan kemana mana. Saya tetap disini, ada di hati ini, ada dalam kesetiaan ini. saat ini tak mampu lagi saya bohongi lagi, setelah hampir 1 tahun kami bersama saya mulai mencintai dia, dan saya yakinkan pada diri saya untuk menjaganya, memiliki dia dengan rasa sayang seutuhnya, rasa cinta sepenuhnya. Inilah saat paling indah yang saya rasakan. Saya benar benar memeluknya dengan sebuah ketulusan cinta.
Kami terus melangkah, saya sudah rencakan untuk menikahinya, meski bukan sekarang atau dalam waktu dekat, tapi saya yakin itu pasti jadi nyata. Jujur memang setelah itu saya terlalu protek terhadap dia, bahkan bisa dibilang posesive. Tapi semua itu saya lakukan demi kebaikan dia, menjaganya dari hal hal buruk yang memang rentan dan sangat dekat dengan kehidupan dan pekerjaannya. Bahkan seringkali kami bertengkar dengan tidak wajar, emosi saya begitu meledak saat ada hal hal yang saya tidak bisa terima. Air matanya pun bukan hal yang asing lagi buat saya. Saya begitu jahat saat saya mencoba membatasi ruang lingkupnya. Saya fikir bukankah itu untuk kebaikan dia. Tentu saja saya tidak mau calon pendamping saya melakukan hal hal yang tidak semestinya mengingat pengalaman saya terhadap wanita dengan profesi yang sama seperti dia banyak yang tergelincir kejalan yang salah.
Waktu terus berjalan tanpa terasa hany semakin menjauh dari saya, kalau dulu dia yang selalu datang pada saya, saat ini bahkan saya selalu memaksa dan sering bertengkar terlebih dahulu untuk sekedar bertemu atau mengantarnya pulang. Saya sadar bahwa perasaan dia sudah mulai menyusut, keyakinan dan rasa cinta yang besar lah yang membuat saya tetap bertahan. Seringkali saya melakukan ancaman ancaman yang membuat dia tidak bisa bergerak, membuat dia selalu bersama saya. Pernah saya sampaikan pada orang tua nya tentang pekerjaan dia yang sebenarnya, dengan maksud meminta bantuan agar hany bisa dibujuk keluar dari sana. Namun heran entah kenapa hany masih terus bertahan, mungkin karena ada peraturan yang mengharuskan para therapist membayar denda sekian juta apabila keluar saat masih tersisa masa kontrak atau memang keinginan hany sendiri yang kuat untuk tetap bekerja disana. Ya, alasan ekonomi jadi yang paling kuat, apalagi kondisi ibunya memang sedang sakit sakitan dan sementara saya mampu berbuat apa? Saya hanya pekerja dengan upah rata rata. Namun saya yakin suatu saat saya mampu berbuat lebih!! Amin ya allah,,















Februari 2013, saat yang saya tunggu2 tiba. saat yang saya tunggu tiba, rencana saya pun berhasil untuk memberikan surprise ulang tahunnya yang ke 21. Meski sederhana, namun saya cukup senang bisa menjadi sesuatu di hari bahagianya.
























Saat itu akhirnya tiba, saat dimana semua malapetaka terjadi, saat dimana akhirnya hany benar benar hilang dan pergi. Semua bermula saat kami membuat janji, beberapa kali gagal akhirnya saya memaksa diwaktu yang tidak biasa, pagi hari sekitar jam 5 subuh saya datang menjemputnya. Saya tiba ketempat dimana saya biasa menemuinya. 15 menit berlalu dari waktu yang ditentukan tidak ada tanda2 keberadaannya, sms telpon pun tidak ada tanggapan. 30 menit berlalu kesabaran saya habis. Bagaimana tidak? Setelah dia menggagalkan janji janji sebelumnya saat inipun dia lupa? Saya putuskan pulang dengan tangan hampa dan rasa amarah. Sebelum akhirnya dering telpon berbunyi dari ponsel saya, hany menghubungi saya, dengan alasan ketiduran dia mencoba menjelaskan. Saya tidak terima, saya sudah terlalu sabar menghadapi ini semua. Akhirnya saya minta dia datang sendiri ketempat kos saya namun dia menolak dengan alasan belum begitu hafal lokasinya ( memang kos saya sekarang jauh dari tempat sebelumnya ). sesampai dirumah amarah semakin meluap telpon dan sms pun hanya bernada pertengkaran, hingga tanpa sadar sekali lagi ponsel saya melayang dan jadi korban emosi saya.
Hany mencoba menghubungi saya melalui Handphone teman saya, dia meminta kami bertemu di salah satu tempat yang pernah kami kunjungi, saya menolak. Selain lokasinya jauh serta sudah terlalu macet, buat saya juga tidak adil setelah perjuangan saya itu saya harus kembali dihadapkan pilihan yang tidak menyenangkan itu. Pertemuan pun gagal. Hingga beberapa hari kemudian saya tidak mendapatkan satu pesan pun dari hany, saya coba menghubungi dia, tapi sia sia. Tidak ada balasan satupun hingga akhirnya dengan segala emosi yang saya punya saya coba mengancam akan membunuh salah satu temannya apabila dia tidak juga mau menanggapi pesan saya. Kali ini berhasil, akhirnya kamipun bertemu. Fikiran pintar saya kembali bekerja, saya coba tahan handphonenya dengan keyakinan kuat kalau dia pasti akan menemui saya kalau handphone itu ada di tangan saya. Pertemuan selesai tanpa penyelesaian masalah. Tapi saya sudah punya kunci akses untuk bertemu lagi dengannya. Ya, handphone ini kuncinya!
Namun apa yang terjadi? Saya salah! Berhari hari saya coba hubungi dia melalui teman temannya, yang saya dapat hanya caci maki, saya dibilang matre, brengsek, bahkan banyak yang bilang saya pengangguran yang hanya mau memanfaatkan hany! What?? Pengangguran???

Bersambung..............................ke

hany anchani_the story part 3

Minggu, 07 Juli 2013

interupsi


Sebelumnya saya ucapkan terimakasih apabila ada yang mau dengan
sengaja atau tanpa sengaja membaca sedikit coretan saya ini. Terlebih
dahulu saya jelaskan maksud dan tujuan saya membuat ini. Tulisan ini saya
buat atas dasar perasaan saya yang sangat besar kepada seorang
wanita, Namanya hani. Meskipun dia bukan cinta pertama saya tapi dialah
yang paling berkesan di hati saya. Wanita terindah yang saya harap akan
selalu ada disamping saya sampai saya terlelap untuk selamanya, meski
saat ini kami sedang terpisah karena suatu hal tapi saya akan selalu
berjuang buat dia., hingga suatu hari nanti kami disatukan kembali. Amin ya
allah. Postingan saya sebelumnya adalah puisi pertama yang saya buatkan
khusus buat dia dan sampai saat ini masih tersimpan, ga akan pernah
hilang. Dan selanjutnya saya akan menceritakan bagaimana kisah realita
kami berdua. Kalau ada yang mau tau tentang saya silahkan lihat
facebook saya terimakasih sebelumnya, assalamualaikum wr.wb









_penulis_

puisi pertama untuk hany

Kadang lelah melemahkan asa,kadang cobaan melunturkan rasa,,namun apa yang terpatri di dalam hati tak akan pernah mati,,
Aku akan bertahan dalam keras'a gelombang,,
Keyakinan ku tak akan terhapus oleh deras'a hujan,,
Memilikimu adalah anugerah,
menjagamu adalah kemuliaan,
Akan ku persembahkan segala ketulusan cinta dan kasih sayang, hingga akhir kuterlelap panjang dalam keabadian,,





*>anchani<*