Maaf, artikel yang anda minta sedang dalam proses. Terimakasih atas kunjungannya.
_anchani_
Translate
Rabu, 10 Juli 2013
hanyanchani_ the story part 1
Dan waktu terasa lambat berlalu, keterikatan jiwa ini begitu menyiksaku. Semakin banyak dorongan untuk pergi, semakin kuat keyakinan untuk bertahan. Kadang harapan datang hanya untuk membuatku semakin tersiksa. Logika ku musnah. Pengorbanan, keterhinaan, kesakitan, kekecewaan, bagiku indah. harapan dan keyakinan yang selalu tertanam kuat, hanya kematian yang mampu menghentikan perjuangan ini.

Februari 2010. Tidak ada yang spesial saat ini yang saya sadari. semua terasa biasa, bahkan saat saya berkenalan dan bertukar nomor telpon dengan seorang karyawan wanita baru di tempat saya bekerja. Ya, saya begitu angkuh mengingat siapa dan apa pekerjaan dia disana. Hingga suatu hari saya tersadar wanita inilah yang selama ini saya cari. Dan banyak hal terjadi. Hal yang tidak pernah saya fikirkan sebelumnya. Namun sebelum saya melanjutkan cerita ini, ingin saya tegaskan, insya allah cerita ini saya buat dengan sebenar benarnya tanpa bermaksud merugikan pihak manapun. Apabila ada hal hal yang sedikit menyimpang dari nilai nilai moral, saya mohon maaf dengan sebesar besarnya dan mohon di artikan dari nilai positifnya.
Saat itu saya sendiri masih bekerja sebagai bartender di delta spa club and karaoke . sebuah perusahaan entertainment yang bisa dibilang eksekutif di daerah pondok indah, jakarta selatan. Kehidupan disana cukup menyenangkan, bekerja di antara teman teman baik, dengan atasan ( dalam hal ini bar leader saya, namanya pak choir ) yang sangat baik pula bahkan beliaulah yang mempromosikan saya dari housekeeping ke bartender. Ada beberapa divisi atau bagian di tempat itu, misal hk attd, bar attd, GRO, therapist dll. Disini akan saya uraikan sedikit tentang divisi therapist, kenapa? Karena divisi ini akan sangat berhubungan sekali dengan kisah saya selanjutnya. Mereka seluruhnya wanita, divisi ujung tombak serta produk utama dari bisnis spa ini. Pekerjaan mereka sendiri adalah massage, perlu saya uraikan bahwa di spa ini ada larangan untuk berbuat asusila bagi para therapist dengan para tamu disertai sanksi tegas bagi yang terbukti melakukannya. Namun disamping itu ada satu treatment sendiri yang wajib mereka kerjakan saat bekerja, HJ ( hand job ). Saya sendiri kurang mengerti maksud dan tujuan dari hand job tersebut. mengingat memang 100% tamu disini adalah laki laki yang mayoritas orang berduit, dari situlah rata rata penghasilan mereka dari hasil tip terbilang cukup fantastis dibanding divisi lain. Buat kami sendiri para karyawan laki laki sering memanfaatkan kelebihan mereka itu. Ya, modus kami memacari mereka, bukan untuk serius, hanya untuk uang dan bahkan sex. Meski ada larangan untuk berhubungan dengan para therapist tapi kami sebagai laki laki selalu punya 1001 cara untuk melakukannya.
Skip skip skip, awal januari 2010 datang beberapa therapist new comers yang baru saja menyelesaikan training mereka di daerah bogor. Awalnya tidak ada yang spesial bagi saya, Sebelum akhirnya disebuah kesempatan saya berkenalan dari salah satu dari mereka. Ya, dialah tokoh utama dari cerita saya ini. Namanya hany, wanita berumur 19 tahun dengan kulit putih, cantik dan bermata bulat. Kamipun bertukar nomor hp.
Waktu berlalu seiring komunikasi kami berlanjut dengan taraf sms dan telpon. Tidak ada perasaan yang saya rasakan, hanya niat jahat yang tertanam dalam fikiran saya, hanya berfikir bagaimana bisa memanfaatkan dia. Selanjutnya? Ya! Saya berhasil, pada satu kesempatan saya bertemu dia. Saat sedang bertugas clear up gelas gelas yang masih tersisa saya bertemu dengan hany, dengan sedikit akal bulus yang sebelumnya memang sudah saya rencanakan akhirnya saya dapatkan dia. Finally I kiss her lips! Even hotly! sadar bahwa ini adalah tempat kerja dengan larangan keras akhirnya saya harus puas dengan hanya mencium bibirnya, cukup untuk hari ini, saya yakin dengan cepat akan dapat lebih dari itu. Akhirnya kamipun berpacaran.

Waktu kembali berjalan, seiring hubungan kami berlanjut dengan lebih mesra, lebih vulgar. Pernah disuatu kesempatan saya minta hany untuk datang ke rumah kos saya, waktu dimana segala dosa kami dimulai. Saya sengaja tidak menjemput dia karena memang terlalu berbahaya apabila ada yang melihat, terutama pihak pihak yang management atau atasan kami. Akhirnya hany datang dengan menggunakan taksi. Jam 2 siang dia tiba, membawa senyum dan raut wajah indahnya. Kebetulan memang saya sedang sendirian di sana, saat yang sangat tepat untuk melakukan semuanya. Jurus jurus ampuh saya keluarkan, hingga akhirnya dia menyerah dan merelakan semuanya. Saya tersenyum bahagia, saya sudah mendapatkan segalanya. Kejadian terus berlanjut pada hari2 berikutnya. Bahkan kami sering chek in di hotel untuk sekedar berhubungan badan. Hingga satu hari itu tiba. Saat dimana saya sadari bahwa perasaan saya ternyata lebih dari nafsu semata.
Hari itu saya dan hani membuat janji makan malam, KFC cilandak jadi pilihan kami. Menit berjalan semua masih normal normal saja, obrolan ringan, canda tawa, semua mambuat saya begitu bahagia, tanpa sadar saya merasa hati saya begitu terisi. Hingga tanpa sadar atau tidak hany mengeluarkan sebuah ponsel, ponsel yang saya tidak pernah tau keberadaannya sebelumnya. Sepertinya ada pesan disana, hany membacanya dengan penuh seksama. Kecurigaan saya muncul saat saya mencoba melihat isinya dan dia mengelak. Ada sedikit sakit hati disana, rasa penasaran membuat saya sedikit memaksa dan akhirnya berhasil. Ya, benar. Sms dari seorang laki laki dengan nada yang berbeda, nada dan kata kata yang seharusnya cuma punya saya sama dia. Dia coba menjelaskan, hendy adalah teman satu kampungnya yang dalam waktu dekat akan menikah. Saya tetap marah, ada semacam cemburu yang melukai hati saya, ada rasa perih yang seharusnya tidak saya rasakan. Akhirnya makan malam yang indah berubah jadi malam di gazza. Akhirnya kami pulang lebih cepat. Saya pun tidak habis fikir, kenapa saya bisa secemburu ini? Kenapa saya marah? Bukankah tujuan saya hanya untuk sex dan uang? Saya coba berontak dan mengatakan tidak saat saya berfikir tentang cinta. Bukan! Bukan ini tujuan saya!
Masalah usai, saya coba memaafkan dia, entah alasan cinta atau masih ada kebutuhan saya sama dia yang pasti kami kembali. Melanjutkan hubungan. Hingga suatu hari terjadi sebuah percekcokan antara saya dengan rekan satu kerja saya yang memaksa saya untuk keluar dari sana.
Bersambung ke
hany anchani_the story part 2
Februari 2010. Tidak ada yang spesial saat ini yang saya sadari. semua terasa biasa, bahkan saat saya berkenalan dan bertukar nomor telpon dengan seorang karyawan wanita baru di tempat saya bekerja. Ya, saya begitu angkuh mengingat siapa dan apa pekerjaan dia disana. Hingga suatu hari saya tersadar wanita inilah yang selama ini saya cari. Dan banyak hal terjadi. Hal yang tidak pernah saya fikirkan sebelumnya. Namun sebelum saya melanjutkan cerita ini, ingin saya tegaskan, insya allah cerita ini saya buat dengan sebenar benarnya tanpa bermaksud merugikan pihak manapun. Apabila ada hal hal yang sedikit menyimpang dari nilai nilai moral, saya mohon maaf dengan sebesar besarnya dan mohon di artikan dari nilai positifnya.
Saat itu saya sendiri masih bekerja sebagai bartender di delta spa club and karaoke . sebuah perusahaan entertainment yang bisa dibilang eksekutif di daerah pondok indah, jakarta selatan. Kehidupan disana cukup menyenangkan, bekerja di antara teman teman baik, dengan atasan ( dalam hal ini bar leader saya, namanya pak choir ) yang sangat baik pula bahkan beliaulah yang mempromosikan saya dari housekeeping ke bartender. Ada beberapa divisi atau bagian di tempat itu, misal hk attd, bar attd, GRO, therapist dll. Disini akan saya uraikan sedikit tentang divisi therapist, kenapa? Karena divisi ini akan sangat berhubungan sekali dengan kisah saya selanjutnya. Mereka seluruhnya wanita, divisi ujung tombak serta produk utama dari bisnis spa ini. Pekerjaan mereka sendiri adalah massage, perlu saya uraikan bahwa di spa ini ada larangan untuk berbuat asusila bagi para therapist dengan para tamu disertai sanksi tegas bagi yang terbukti melakukannya. Namun disamping itu ada satu treatment sendiri yang wajib mereka kerjakan saat bekerja, HJ ( hand job ). Saya sendiri kurang mengerti maksud dan tujuan dari hand job tersebut. mengingat memang 100% tamu disini adalah laki laki yang mayoritas orang berduit, dari situlah rata rata penghasilan mereka dari hasil tip terbilang cukup fantastis dibanding divisi lain. Buat kami sendiri para karyawan laki laki sering memanfaatkan kelebihan mereka itu. Ya, modus kami memacari mereka, bukan untuk serius, hanya untuk uang dan bahkan sex. Meski ada larangan untuk berhubungan dengan para therapist tapi kami sebagai laki laki selalu punya 1001 cara untuk melakukannya.
Skip skip skip, awal januari 2010 datang beberapa therapist new comers yang baru saja menyelesaikan training mereka di daerah bogor. Awalnya tidak ada yang spesial bagi saya, Sebelum akhirnya disebuah kesempatan saya berkenalan dari salah satu dari mereka. Ya, dialah tokoh utama dari cerita saya ini. Namanya hany, wanita berumur 19 tahun dengan kulit putih, cantik dan bermata bulat. Kamipun bertukar nomor hp.
Waktu berlalu seiring komunikasi kami berlanjut dengan taraf sms dan telpon. Tidak ada perasaan yang saya rasakan, hanya niat jahat yang tertanam dalam fikiran saya, hanya berfikir bagaimana bisa memanfaatkan dia. Selanjutnya? Ya! Saya berhasil, pada satu kesempatan saya bertemu dia. Saat sedang bertugas clear up gelas gelas yang masih tersisa saya bertemu dengan hany, dengan sedikit akal bulus yang sebelumnya memang sudah saya rencanakan akhirnya saya dapatkan dia. Finally I kiss her lips! Even hotly! sadar bahwa ini adalah tempat kerja dengan larangan keras akhirnya saya harus puas dengan hanya mencium bibirnya, cukup untuk hari ini, saya yakin dengan cepat akan dapat lebih dari itu. Akhirnya kamipun berpacaran.
Waktu kembali berjalan, seiring hubungan kami berlanjut dengan lebih mesra, lebih vulgar. Pernah disuatu kesempatan saya minta hany untuk datang ke rumah kos saya, waktu dimana segala dosa kami dimulai. Saya sengaja tidak menjemput dia karena memang terlalu berbahaya apabila ada yang melihat, terutama pihak pihak yang management atau atasan kami. Akhirnya hany datang dengan menggunakan taksi. Jam 2 siang dia tiba, membawa senyum dan raut wajah indahnya. Kebetulan memang saya sedang sendirian di sana, saat yang sangat tepat untuk melakukan semuanya. Jurus jurus ampuh saya keluarkan, hingga akhirnya dia menyerah dan merelakan semuanya. Saya tersenyum bahagia, saya sudah mendapatkan segalanya. Kejadian terus berlanjut pada hari2 berikutnya. Bahkan kami sering chek in di hotel untuk sekedar berhubungan badan. Hingga satu hari itu tiba. Saat dimana saya sadari bahwa perasaan saya ternyata lebih dari nafsu semata.
Hari itu saya dan hani membuat janji makan malam, KFC cilandak jadi pilihan kami. Menit berjalan semua masih normal normal saja, obrolan ringan, canda tawa, semua mambuat saya begitu bahagia, tanpa sadar saya merasa hati saya begitu terisi. Hingga tanpa sadar atau tidak hany mengeluarkan sebuah ponsel, ponsel yang saya tidak pernah tau keberadaannya sebelumnya. Sepertinya ada pesan disana, hany membacanya dengan penuh seksama. Kecurigaan saya muncul saat saya mencoba melihat isinya dan dia mengelak. Ada sedikit sakit hati disana, rasa penasaran membuat saya sedikit memaksa dan akhirnya berhasil. Ya, benar. Sms dari seorang laki laki dengan nada yang berbeda, nada dan kata kata yang seharusnya cuma punya saya sama dia. Dia coba menjelaskan, hendy adalah teman satu kampungnya yang dalam waktu dekat akan menikah. Saya tetap marah, ada semacam cemburu yang melukai hati saya, ada rasa perih yang seharusnya tidak saya rasakan. Akhirnya makan malam yang indah berubah jadi malam di gazza. Akhirnya kami pulang lebih cepat. Saya pun tidak habis fikir, kenapa saya bisa secemburu ini? Kenapa saya marah? Bukankah tujuan saya hanya untuk sex dan uang? Saya coba berontak dan mengatakan tidak saat saya berfikir tentang cinta. Bukan! Bukan ini tujuan saya!
Masalah usai, saya coba memaafkan dia, entah alasan cinta atau masih ada kebutuhan saya sama dia yang pasti kami kembali. Melanjutkan hubungan. Hingga suatu hari terjadi sebuah percekcokan antara saya dengan rekan satu kerja saya yang memaksa saya untuk keluar dari sana.
Bersambung ke
hany anchani_the story part 2
Langganan:
Komentar (Atom)